Profil

Lembaga Amil Zakat Nasional Chevron Indonesia (LAZNas Chevron) merupakan Lembaga yang memfokuskan pada perkhidmatan dalam menjalankan kewajibannya, yakni berkhidmat kepada Muzakki dengan mempermudah pelaksanaan pembayaran zakat dan berkhidmat kepada mustahik dengan mengangkat harkat kemanusiaan kaum mustahik yang bertumpu pada sumber daya lokal dengan dana zakat, infaq, shadaqah, dan waqaf (ZISWaf) serta dana sosial kemanusiaan lainnya, khususnya dari lingkungan Karyawan Muslim Chevron Indonesia yang meliputi semua distrik Chevron di Indonesia.

Lembaga Amil zakat telah lama tumbuh dan berkembang di masing-masing distrik dan mendapat amanah penyatuan nasional pada Seminar Zakat dalam forum MTQ ke-38 di Dumai tahun 2007, sehingga terbentuklah Lembaga Amil Zakat Nasional Chevron Indonesia.

Visi
Menjadi Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf Nasional yang dipercaya Muzakki Karyawan Muslim Chevron dan Mustahik di sekeliling daerah operasi karena amanahnya, profesionalismenya dan kinerjanya untuk membersihkan harta Muzakki dan mengangkat derajat Mustahik

Misi
Sebagai Amil Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Laznas Chevron akan menjalankan misi 3 M, yaitu: Mengumpulkan, Mengelola dan Mendistribusikan.

Moto

“Berkhidmat pada Muzakki dan Mustahik”

Kepada Muzakki

Sabar : Mengingatkan kewajibannya
Senyum : Menerima Kedatangannya
Sapa : Tidak Rendah Diri

Kepada Mustahik

Sabar : Membina mereka
Senyum : Menerima kehadirannya
Sapa : Tidak tinggi hati

DASAR-DASAR

1. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT

Pasal 2
Setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dan mampu atau badan yang dimiliki oleh orang muslim berkewajiban menunaikan zakat.

2. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2000
TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

(3) Yang tidak termasuk sebagai Objek Pajak adalah:
a. 1) bantuan sumbangan, termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah dan para penerima zakat yang berhak;

3. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2009
TENTANG BANTUAN ATAU SUMBANGAN TERMASUK ZAKAT ATAU SUMBANGAN KEAGAMAAN YANG SIFATNYA WAJIB YANG DIKECUALIKAN DARI OBJEK PAJAK PENGHASILAN

Pasal 1
Bantuan atau sumbangan, termasuk zakat dan sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, dikecualikan sebagai objek pajak Penghasilan sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha pekerjaan, kepemilikanm, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan.